Senin, 20 April 2009

Tips Menjadi Orang Ahli

Tips Menjadi Orang Ahli, Tekuni Apa Yang Kita Sukai



Hampir bisa dipastikan bahwa orang yang benar-benar ahli dalam suatu bidang tertentu pasti

tidak akan kesulitan untuk mencari kerja, bahkan tak jarang malah kerjaan yang datang kepadanya,

dan bukan mustahil menolak pekerjaan pun tak jarang dilakukan karena semakin padatnya jadwal.

Orang ahli tentu akan disukai dan sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan, karena kemampuan

atau skill yang jauh melampaui rata-rata akan membawa keuntungan bagi perusahaan tersebut.



Nah bagaimana caranya menjadi orang ahli, kalau menurut saya salah satunya adalah dengan cara

mencari tahu kegiatan apa yang paling kita sukai, karena dengan begitu menekuni hal tersebut

akan terasa gampang karena kegiatan tersebut memang kita sukai.



-----------------------------------------------------------------------------------------------

Keahlian tidak muncul begitu saja,

pasti harus melalui tahap latihan terus menerus. Apapun itu kalau kita suka pasti kita tidak

keberatan untuk menekuninya setiap hari, dan apapun itu kalau kita benar-benar ahli dibidangnya

pasti akan berguna baik bagi diri kita sendiri maupun masyarakat banyak pada umumnya.



----------------------------------------------------------------------------------------------------

Sepuluh Tip Sukses



Sepuluh tahun yang lalu, kalau saya ditanya apakah tip sukses saya, mungkin saya tidak bisa menjawab.

Sekarang, sukses bagi saya bukanlah ketika buku saya menjadi best-seller atau ketika menerima pujian

untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terkemuka di Inggris Raya. Sukses bukan pula ketika

saya dan suami berhasil juga membeli rumah di San Francisco Bay Area dengan keringat sendiri setelah

hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman Sam.



Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan,

bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming.



---------------------------------------------------------------------------------------------------

Ingredients:

Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia "sukses"

di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble

Beach untuk disebut "sukses"? Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid?

Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset "orang sukses" bisa jadi hanyalah seorang

salesman saja.



Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir

dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan

tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja

sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas.

(Baca www.billporter.com, filem Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill Porter

oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah,

jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori "sukses secara finansial."



Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat

saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.





Directions:

Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie?



Satu, bersyukurlah atas hari ini. "Just to be alive is a grand thing," kata Agatha Christie,

salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan.

Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter.

Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa

tercapai.



Dua, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok.

Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, "Live as if you were to die tomorrow, learn as if you

were to live forever." Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan

effort maupun effortlessly.



Tiga, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya

seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya,

"There are all kinds of writers, there are all kinds of readers." Ketika saya down karena merasa

incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap

jenis penulis pasti ada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place in the world.



Empat, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, "Do not go where the path

may lead, go instead where there is no path and leave a trail." Jangan latah mengikuti orang lain,

dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.



Lima, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki.

Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang

kasat mata saat ini juga.



Enam, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk

mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda.

Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.



Tujuh, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah

hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu.

Be excited, be courageous to start the day.



Delapan, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give,

the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations

atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan

iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi

(dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita

terima.



Sembilan, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran.

Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah

membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.



Sepuluh, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari,

saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik

pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. "Just do it," kata Cher di Farewell Concertnya

beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiap

kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.



Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset.

Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas

(sukses adalah saya).



*Penulis Jennie S. Bev adalah penulis asal Indonesia, perantauan yang bermukim di Kalifornia Utara

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar