- Badan Pengawas Pemilu
- Departemen Agama RI
- Departemen Dalam Negeri RI
- Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia
- Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata RI
- Departemen Kehutanan RI
- Departemen Kelautan Dan Perikanan RI
- Departemen Kesehatan RI
- Departemen Keuangan RI
- Departemen Komunikasi Dan Informatika RI
- Departemen Luar Negeri RI
- Departemen Pekerjaan Umum RI
- Departemen Pendidikan Nasional RI
- Departemen Perhubungan RI
- Departemen Pertahanan RI
- Departemen Pertanian RI
- Departemen Sosial RI
- Departemen Tenaga Kerja Dan Transmigrasi RI
- Dewan Perwakilan Rakyat RI
- Info Partai
- Kejaksaan RI
- Komisi Pemberantasan Korupsi
- Komisi Pemilihan Umum 2008-2013
- Komisi Pemilihan Umum Prop. Lampung
- MAHKAMAH AGUNG RI
- Mahkamah Konstitusi
- Majelis Permusyawaratan Rakyat RI
- Majelis Ulama Indonesia
- Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
- Negara-Negara ASEAN
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
- Partai Demokrat
- Partai GERINDRA
- Partai Golongan Karya
- Partai Hati Nurani Rakyat
- Partai Karya Perjuangan
- Partai Keadilan Sejahtera
- Partai Kebangkitan Bangsa
- Partai Kedaulatan
- Partai Kristen Demokrat Sejahtera
- Partai Matahari Bangsa
- Partai Nasional Marhaenisme
- Partai Persatuan Daerah
- Pertamina
- Polisi Republik Indonesia
- Republik Indonesia
- TNI AD
- TNI AL
- TNI AU
- Tokoh Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 April 2009
POLITIK, PERTAHANAN & KEAMANAN, DEPARTEMEN-DEPARTEMEN RI
Senin, 20 April 2009
Menurut seorang pakar ekonomi
Menurut seorang pakar ekonomi yang saya lupa namanya, ada 4 faktor utama untuk sukses , yaitu
1. Hardwork
2. 30% Effort, 70% Luck
3. Skill and Knowledge
4. IndustryCompany
SAYA SANGAT OPTIMIS AKAN MENJADI ORANG KAYA SUKSES DAN BAHAGIA DI MASA DEPAN
=============================================================================================
Sudah Tepatkah Pekerjaan Anda ?
Suka pusing bila pagi datang ? Males berangkat ke Kantor ?
Paling sebel kalo sudah Minggu sore karena besoknya kerja ? Hati-hati,
mungkin itu adalah tanda-tanda kamu tidak cocok dengan pekerjaan dan atau kantormu.
Idealnya memang kita bekerja dan mengerjakan hal yang paling kita sukai.
Ilustrasinya adalah alangkah eloknya bila kita mencintai musik dan kemudian bekerja
sebagai pemusik sehingga mendapatkan nafkah dari musik. Atau bila kita suka bernegosiasi,
menyukai tantangan dan target, serta bertemu orang, kemudian bekerja di departemen Sales.
Namun kerja tidak selalu sesuai dengan angan dan impian. Sulitnya lapangan kerja dan tingginya
tuntutan pemenuhan hidup kadang sering menempatkan seseorang dalam pekerjaan atau tempat
kerja yang tidak sesuai dengan keiinginannya.
Namun ketidak sesuaian dengan panggilan hati bukanlah kartu mati. Ada pepatah
“witing tresno jalaran soko kulino” ataupun “Tak Kenal Maka Tak Sayang” juga berlaku di dunia kerja.
Banyak orang sukses yang awalnya berkarir di tempat yang tidak dia bayangkan sebelumnya.
Atau pebisnis yang sukses setelah “terpaksa” berbisnis karena di PHK misalnya.
Jadi banyak sekali pekerjaan yang sebelumnya tidak kita bayangkan akan bisa kita jalani,
bahkan pekerjaan yang baru kita kenal namanya, namun ternyata bisa dinikmati.
Kuncinya adalah kemampuan belajar dan beradaptasi pada pekerjaan itu.
Tidak semuanya harus dimasukin ke hati, it’s a job anyway. Bila keterpaksaan pilihan disikapi
dengan selalu mengeluh, maka hasilnya memang tidak akan pernah ada kenikmatan dalam pekerjaan itu.
Tapi sampai dimana batasnya ? Bila semua upaya belajar dan adaptasi sudah anda lakukan,
dan memang talenta dan skill anda ternyata tidak cocok disitu, kemudian pekerjaan mulai
sangat menggangu anda secara psikis dan psikologis. Maka anda bisa mempertimbangkan kembali
pekerjaan anda
1. Hardwork
2. 30% Effort, 70% Luck
3. Skill and Knowledge
4. IndustryCompany
SAYA SANGAT OPTIMIS AKAN MENJADI ORANG KAYA SUKSES DAN BAHAGIA DI MASA DEPAN
=============================================================================================
Sudah Tepatkah Pekerjaan Anda ?
Suka pusing bila pagi datang ? Males berangkat ke Kantor ?
Paling sebel kalo sudah Minggu sore karena besoknya kerja ? Hati-hati,
mungkin itu adalah tanda-tanda kamu tidak cocok dengan pekerjaan dan atau kantormu.
Idealnya memang kita bekerja dan mengerjakan hal yang paling kita sukai.
Ilustrasinya adalah alangkah eloknya bila kita mencintai musik dan kemudian bekerja
sebagai pemusik sehingga mendapatkan nafkah dari musik. Atau bila kita suka bernegosiasi,
menyukai tantangan dan target, serta bertemu orang, kemudian bekerja di departemen Sales.
Namun kerja tidak selalu sesuai dengan angan dan impian. Sulitnya lapangan kerja dan tingginya
tuntutan pemenuhan hidup kadang sering menempatkan seseorang dalam pekerjaan atau tempat
kerja yang tidak sesuai dengan keiinginannya.
Namun ketidak sesuaian dengan panggilan hati bukanlah kartu mati. Ada pepatah
“witing tresno jalaran soko kulino” ataupun “Tak Kenal Maka Tak Sayang” juga berlaku di dunia kerja.
Banyak orang sukses yang awalnya berkarir di tempat yang tidak dia bayangkan sebelumnya.
Atau pebisnis yang sukses setelah “terpaksa” berbisnis karena di PHK misalnya.
Jadi banyak sekali pekerjaan yang sebelumnya tidak kita bayangkan akan bisa kita jalani,
bahkan pekerjaan yang baru kita kenal namanya, namun ternyata bisa dinikmati.
Kuncinya adalah kemampuan belajar dan beradaptasi pada pekerjaan itu.
Tidak semuanya harus dimasukin ke hati, it’s a job anyway. Bila keterpaksaan pilihan disikapi
dengan selalu mengeluh, maka hasilnya memang tidak akan pernah ada kenikmatan dalam pekerjaan itu.
Tapi sampai dimana batasnya ? Bila semua upaya belajar dan adaptasi sudah anda lakukan,
dan memang talenta dan skill anda ternyata tidak cocok disitu, kemudian pekerjaan mulai
sangat menggangu anda secara psikis dan psikologis. Maka anda bisa mempertimbangkan kembali
pekerjaan anda
Langganan:
Postingan (Atom)